GERPES'H JITU RW 17 Kelurahan Kebonsari Kulon turut serta meramaikan Festival HPSN Tahun 2025
- Apr 30, 2025
- MasOman
- Seputar Pemerintahan, Seputar Lingkungan, Seputar Kegiatan Sosial, Seputar Kesehatan
Probolinggo – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2025, Kota Probolinggo menggelar berbagai acara pagi hari ini, Rabu (30/4/2025), di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bestari yang terletak di Jalan Anggrek. Acara tersebut menjadi momen bersejarah dengan peresmian *Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah* oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin.
Dalam sambutannya , dr. Aminuddin menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sebagai langkah konkret dalam menjaga lingkungan. Beliau juga berharap gerakan yang diresmikannya dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk masyarakat Kota Probolinggo agar lebih peduli terhadap isu sampah.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, yang memberikan dukungannya terhadap gerakan ini. Beliau menyatakan bahwa peran keluarga, terutama ibu-ibu rumah tangga, sangat besar dalam menciptakan kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.Selain itu, Ketua DPRD dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo juga hadir.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Wali Kota menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo telah rutin mengadakan kegiatan bersih lingkungan melalui program *Gotku Resik* sejak awal masa kepemimpinannya. Program ini telah menjadi salah satu langkah strategis pemkot untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan sistem drainase tetap berfungsi dengan baik.
*Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah* sebagai bagian dari komitmen Kota Probolinggo untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Beliau berharap gerakan ini mampu menjadi landasan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari permasalahan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari, selaku pelaksana kegiatan, menjelaskan sejumlah agenda menarik yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.Di antara kegiatan yang digelar adalah edukasi *menabung sampah menjadi emas*, pasar penukaran botol, pameran produk daur ulang dari sekolah Adiwiyata dan bank sampah, serta penandatanganan deklarasi komitmen *Gaya Hidup Sadar Sampah*. Selain itu, DLH memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang mendukung program pembatasan penggunaan kantong plastik dan plastik sekali pakai. Pelaku usaha tersebut meliputi BJBR, GM, KDS, Sinar Terang, Keraton, Indomaret, Alfamart, Basmalah, Ombass Cafe Resto, serta Kokape.
Pada kesempatan tersebut, DLH juga melaksanakan kegiatan *PASPROTOL* atau *Pasar Penukaran Botol*, di mana masyarakat dapat menukar 6 botol bekas dengan mie instan, tahu, tempe, telur, sabun cuci piring, hingga kompos. Inovasi ini disambut antusias oleh masyarakat yang berharap agar kegiatan serupa dapat terus diadakan di setiap kelurahan, sehingga mempermudah mereka dalam menukar botol bekas sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam festival tersebut.Acara dengan tema *Kolaborasi untuk Indonesia Bersih* turut mengundang *Gerakan Peduli Sampah Jitu* (GERPES'H JITU) dari RW 17 Kelurahan Kebonsari Kulon, sesuai undangan dari Sekretaris Daerah (SEKDA) Kota Probolinggo bernomor 500.9.14.2/1259/425.002/2025.


Kehadiran anggota GERPES'H JITU dikawal langsung oleh Lurah Kebonsari Kulon, Bapak Ikromi Wida Utama, yang membawahi wilayah RW 17. Gerakan yang digawangi oleh para ibu rumah tangga ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk mereka yang dengan penuh kebanggaan mengumpulkan sampah rumah tangga. Walau sering disebut pemulung sampah, tujuan mereka adalah menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus membantu sesama.
Hasil penjualan sampah yang mereka kumpulkan sepenuhnya didedikasikan untuk kegiatan sosial, seperti memberikan santunan kepada anak yatim, janda lanjut usia, dhuafa, serta anak-anak yang membutuhkan bantuan. Melalui gerakan ini, mereka menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan maupun sosial.
berikut video gerpesh berbagi :
Masyarakat yang hadir dalam festival tersebut berharap acara seperti ini terus diadakan di masa depan, sebagai dorongan bagi Kota Probolinggo untuk semakin bersih dari sampah dan bebas dari banjir. Festival ini telah menjadi simbol nyata dari komitmen bersama untuk Indonesia yang lebih bersih dan sehat.

Semangat Hari Peduli Sampah Nasional ini menjadi bukti komitmen Kota Probolinggo dalam melibatkan berbagai pihak untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan berbagai kegiatan yang inspiratif, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah demi masa depan yang lebih baik. juga terus menjaga bumi bagi generasi mendatang sekaligus bagi warga Probolinggo untuk bersama-sama mewujudkan visi kota yang bersih dan bebas banjir. ( oman/MP)