Kampung Catur RW 11 Kebonsari Kulon: Dari Lomba Taman Tematik Hingga Lahirnya Kampung Catur
- May 02, 2025
- MasOman
- Seputar Pemerintahan, Seputar Lingkungan, Seputar Edukasi
Probolinggo, 2 Mei 2025 – RW 11 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo, kini akan memiliki identitas baru sebagai Kampung Catur . Awalnya, wilayah ini tidak memiliki ide untuk mengikuti lomba taman tematik dan kebersihan lingkungan tingkat RW se-Kota Probolinggo. Namun, berkat inisiatif warga dan kepemimpinan yang inspiratif, terciptalah sebuah konsep unik yang tidak hanya memenangkan lomba, tetapi juga melahirkan komunitas catur yang membanggakan.
Awal Mula: Dari Kebingungan Menjadi Inspirasi
Ibu Rochima Rohim , Ketua RW 11 Kebonsari Kulon, mengaku awalnya tidak memiliki ide untuk mengikuti lomba taman tematik dan kebersihan lingkungan. Namun, setelah mengadakan rapat bersama warga, muncul sebuah gagasan brilian dari Ibu Imah panggilan akrab Ibu Rochima Rohim .
“Saat rapat dengan semua Ketua RT dan utusan masing masing di wilayah RW 11, Ibu Rochima Rohim mengusulkan untuk membuat kampung bertema catur karena ada salah satu warga yang memiliki anak usia setingkat SMA sudah menjadi atlet catur tingkat nasional. Ide ini langsung disambut antusias oleh warga,” ujar Ibu Rochimah
Lahirnya Kampung Catur
Ide tersebut, keluar dari pemikiran ibu ketua RW 11 ,Rochima Rohim yang biasa dipanggil dengan sebutan Ibu Imah, selanjutnya didukung oleh semua ketua RT 01 hingga 06 bersama warga RW 11, sepakat untuk mengubah lingkungan mereka menjadi Kampung Catur . Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Membuat mural dan dekorasi bertema catur di sepanjang jalan lingkungan.
- Menyediakan lapak catur di beberapa titik untuk warga bermain.
- Mengadakan pelatihan catur gratis bagi anak-anak dan remaja.
Kampung Catur ini rencananya akan diresmikan oleh Ketua TP-PKK Kota Probolinggo yaitu Ibu dr. Evariani Aminuddin .M.Kes. sekaligus akan diadakan Lomba Kampung Catur Cup 2025 yang akan digelar pada 4 Mei 2025 .
Dampak Positif bagi Warga
Keberadaan Kampung Catur akan membawa banyak manfaat, di antaranya:
- Mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak dan remaja.
- Meningkatkan kebersamaan warga melalui kegiatan positif.
- Menjadikan catur sebagai identitas budaya RW 11 Kebonsari Kulon.
“Kami bangga dengan perubahan ini. Anak-anak sekarang lebih suka bermain catur daripada main HP. Bahkan, beberapa di antaranya mulai menunjukkan bakat yang menjanjikan,” tutur Bapak Sudarso.
Lomba Kampung Catur Cup 2025: Ajang Unjuk Gigi
Sebagai puncak dari perjalanan Kampung Catur, Lomba Kampung Catur Cup 2025 akan diadakan dengan hadiah menarik, termasuk kategori khusus untuk anak SD, SMP, dan perempuan. Acara ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang semakin mempopulerkan catur di Kota Probolinggo.
Dalam upaya mengurangi kecanduan gadget di kalangan anak anak, Kampung Catur Cup menggelar turnamen catur bertajuk “Mengurangi Kecanduan Gadget dengan Catur” . Acara yang akan diselenggarakan pada Minggu, 4 Mei 2025 , ini terbuka untuk peserta dari seluruh Kota Probolinggo dan menawarkan hadiah menarik bagi para juara.
Hadiah Menanti Para Juara
Turnamen ini menawarkan total hadiah uang tunai, piala, dan piagam penghargaan dengan rincian sebagai berikut:
- Juara 1 : Rp250.000 + Piala + Piagam
- Juara 2 : Rp200.000 + Piala + Piagam
- Juara 3 : Rp150.000 + Piala + Piagam
- Juara 4-10 : Hadiah uang tunai mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000
Selain kategori umum, terdapat juga kategori khusus seperti:
- The Best Lady : Rp50.000 + Piala + Piagam
- SD Kelas 1-3 : Rp50.000 + Piala + Piagam
- SD Kelas 4-6 : Rp50.000 + Piala + Piagam
- SMP : Rp50.000 + Piala + Piagam
Lokasi dan Pendaftaran
Pendaftaran dapat dilakukan di Jin.Cokroaminoto GG, 1 Kota Probolinggo . Acara akan berlangsung di RW 11 Kebonsari Kulon pada pukul 08.00 WIB . Bagi yang berminat, dapat menghubungi Mokh. Yanto, SH, WNP, PNM di nomor Whatsapp 082 229 332 020 .
Tujuan Acara
Turnamen ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan strategi peserta, tetapi juga menjadi sarana untuk mengurangi ketergantungan pada gadget, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan bermain catur, diharapkan masyarakat dapat mengalihkan perhatian dari layar ponsel ke aktivitas yang lebih bermanfaat dan mendidik.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi langkah awal untuk membudayakan permainan tradisional seperti catur sebagai alternatif hiburan yang sehat, sekaligus nantinya bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengembangkan potensi lokal dengan cara kreatif,” ujar Ibu Rochima Rohim selaku Ketua Panitia.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk berkompetisi, meraih prestasi, dan mendukung gerakan mengurangi kecanduan gadget. Ayo daftar sekarang dan tunjukkan kemampuan caturnya.Dengan semangat gotong royong dan ide yang sederhana, RW 11 Kebonsari Kulon membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Selamat datang di Kampung Catur Kota Probolinggo. ( oman/MP)