Kampung Edukasi POC RW 17: Inovasi Warga RW 17 Kebonsari Kulon dalam Menyulap Sampah Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi
- May 12, 2025
- MasOman
- Seputar Pemerintahan, Seputar Lingkungan, Seputar Event , Seputar Edukasi
Kota Probolinggo, (12 Mei 2025) – Semangat gotong royong dan inovasi warga RW 17 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kanigaran, Kota Probolinggo, kembali terlihat dalam rapat pembentukan *Kampung Edukasi POC (Pupuk Organik Cair)*. Rapat yang digelar di rumah Ketua RW 17 ,Lilik Sujarwo dihadiri seluruh Ketua RT 01 hingga RT 06, serta perwakilan warga. Agenda utamanya adalah membahas Surat Edaran Lomba Taman Tematik dan Kebersihan Lingkungan Tingkat Kota Probolinggo Tahun 2025.
Dari Rapat Menuju Aksi Nyata
Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mengusung tema *Kampung Tematik Edukasi POC* sebagai bagian dari partisipasi warga dalam lomba tersebut. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Selama dua tahun terakhir, warga telah aktif memanfaatkan limbah organik dan non-organik untuk membuat POC, yang terbukti bermanfaat bagi kesuburan tanaman sekaligus mengurangi sampah di lingkungan.
Ketua RW 17, Bapak Lilik Sujarwo, menjelaskan, *"Kami memilih POC karena selain ramah lingkungan, juga memiliki nilai edukasi dan ekonomi. Warga sudah terbiasa membuatnya, bahkan hasilnya bisa dijual.
Mengapa POC ?
Pupuk Organik Cair (POC) adalah larutan nutrisi bagi tanaman yang dihasilkan dari fermentasi bahan organik seperti limbah dapur, sisa sayuran, atau kotoran hewan. Keunggulan POC antara lain:
- **Menyuburkan tanaman**, termasuk buah-buahan dan sayuran di pekarangan warga.
- **Mengurangi sampah organik** yang biasanya menumpuk di tempat pembuangan.
- **Memaksimalkan daur ulang**, karena alat pembuat POC menggunakan botol bekas atau galon air yang disusun tiga tingkat.
Konsep Kampung Edukasi POC
Kampung tematik ini difokuskan di Jalan Priksan Gang Cendrawasih RT 04 RW 17, di mana hampir 50 unit POC terpasang rapi sepanjang gang. Namun, sebenarnya seluruh RT di RW 17 sudah menerapkan sistem ini sejak 2023.
Cara Kerja POC Daur Ulang:
1. **Bagian atas**: Tempat menampung limbah dapur (sisa sayur, buah, atau nasi basi).
2. **Bagian tengah**: Penyaring dengan sabut kelapa atau kain untuk memisahkan ampas.
3. **Bagian bawah**: Penampung cairan POC siap pakai.
Warga tidak hanya memanfaatkan POC untuk tanaman sendiri, tetapi juga menjualnya seharga Rp5.000 per botol. *"Ini jadi penghasilan tambahan. Selain lingkungan bersih, kami dapat uang dari sampah,"* ujar Ibu Siti, salah satu warga RT 04.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi
Pembentukan Kampung Edukasi POC membawa tiga manfaat sekaligus:
1. **Lingkungan lebih bersih** karena sampah organik dan plastik (botol bekas) dimanfaatkan.
2. **Tanaman warga tumbuh subur** tanpa perlu pupuk kimia.
3. **Meningkatkan perekonomian** melalui penjualan POC.
Lurah Kebonsari Kulon Kota Probolinggo menyambut baik inisiatif ini. *"Ini contoh nyata partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan,"* kata Ikromi Wida Utama
Ketua RT 04 RW 17, Ibu R.Rr.Anggrianingsih , menjelaskan bahwa target utama program ini adalah mengurangi sampah organik yang biasanya berakhir di TPA. "Dulu, sampah dapur langsung dibuang ke tempat sampah. Sekarang, kami olah jadi POC. Hasilnya, volume sampah di RW 17 berkurang signifikan," ujarnya.
"Kami ingin buktikan bahwa dengan kemauan, sampah bisa jadi zero," tambah Ibu R.Rr.Anggrianingsih, ketua Gerakan Peduli Sampah Bank Sampah Jitu RW 17.
Dukungan untuk Probolinggo Bersolek
Program Kampung Edukasi POC sejalan dengan visi Wali Kota Probolinggo, yang mencanangkan "Probolinggo Bersolek"—gerakan masif untuk menciptakan kota yang bersih, asri, dan bebas sampah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo menuju "Probolinggo Bersolek"—sebuah gerakan kota bersih, hijau, dan bebas sampah
RW 17 Kebonsari Kulon membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan kreativitas, sampah bisa diubah menjadi berkah. Kampung Edukasi POC tidak hanya siap bersaing dalam Lomba Taman Tematik 2025, tetapi juga menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kota Probolinggo. ( oman/MP ).
#ProbolinggoBersolek
#KampungEdukasiPOC
#DaurUlangKreatif
Senada dengan apa yang di sampaikan oleh Ketua RT 04 RW 17 , Ibu R.Rr.Anggrianingsih, sebagai inisiator terbentuknya kampung edukasi POC , berikut penjelasannya :