Kegiatan Santunan Anak Yatim oleh Majelis Taklim Al Istiqomah Kota Probolinggo: Wujud Kepedulian kepada Anak Yatim dan Silaturahmi

  • Jul 14, 2025
  • MasOman
  • Seputar Pemerintahan, Seputar Keagamaan, Seputar Kegiatan Sosial

 

Kebonsari Kulon Kota Probolinggo (13/7/2025).  Majelis Taklim Al Istiqomah Kota Probolinggo menggelar kegiatan santunan perdana bagi lima anak yatim, bertempat di kediaman penasihat majelis, H. Madzab Nawawi. Momen penuh haru dan kebersamaan ini menjadi tonggak penting bagi majelis yang baru berdiri sejak 21 April 2024 dan telah resmi terdaftar di Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo dengan SKT Nomor 431235740174 dengan berkantor di Jl. MT. Hariyono Gg. 10 No. 36 RT. 07 RW. 03, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Majelis yang beranggotakan 32 orang, terdiri dari sahabat masa sekolah di SMEA Kota Probolinggo, kini tersebar di wilayah kota maupun kabupaten. Ketua Majelis, Djuhari, menyampaikan bahwa meski baru berusia satu tahun, majelis telah menunjukkan semangat tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat. Kegiatan santunan ini lahir dari inisiatif anggota yang mengusulkan lima anak yatim dari lingkungan sekitar.

Acara dibuka oleh Ustadzah Nurul Hidayah sebagai pembawa acara, dilanjutkan sambutan dari penasihat yang diwakili oleh Ustadz Solihin.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini tak hanya mempererat tali silaturahmi, namun juga merupakan implementasi dari tujuan utama Majelis Taklim Al Istiqomah: beristiqomah dalam berbuat kebaikan dan memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.

  

Sebagai wujud syiar dan nuansa religi, acara turut diramaikan oleh tim hadrah Khoirol Bariyyah dari RW 17 Kelurahan Kebonsari Kulon. Penampilan mereka dipimpin oleh Ibu R.R. Anggrianingsih, yang mengaku sangat tersanjung dapat ambil bagian dalam kegiatan mulia ini.

Rangkaian acara juga diisi ceramah oleh H. Badrul Munir, yang mengingatkan pentingnya menyantuni anak yatim secara berkelanjutan. Beliau menyampaikan hadis riwayat Imam Bukhari mengenai kedekatan antara Nabi Muhammad SAW dan orang yang memelihara anak yatim di surga, sebuah motivasi yang menyentuh hati para hadirin. Sebelum acara santunan dilaksanakan, ceramah agama ditutup dengan doa.

 

Suasana menjadi semakin haru ketika lagu pengiring mengiringi prosesi pemberian santunan, di mana anggota majelis menyentuh kepala anak-anak dengan penuh kasih dan ketulusan. Acara diakhiri dengan ramah tamah serta sesi foto bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. ( oman/MP )