Manager R & D CV. Tri Karya Jadi ; Abdul Nasir Kunjungi Kebun KWT Srikandi Probolinggo: Dorong Perbaikan Nutrisi dan Tata Kelola Tanaman
- Dec 19, 2025
- MasOman
- Seputar Lingkungan, Seputar Pertanian
Kebonsari Kulon Kota Probolinggo, (Jumat,19/12/2025). Kehadiran sosok inspiratif dalam dunia agribisnis, Bapak Abdul Nasir, Manager R & D CV. Tri Karya Jadi, membawa semangat baru bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Kota Probolinggo. Dalam kunjungannya ke kebun KWT Srikandi, beliau memberikan masukan teknis yang sangat berharga untuk peningkatan kualitas budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan belajar KWT Srikandi ke CV. Tri Karya Jadi yang dilaksanakan pada 2 Juli 2025 lalu. CV. Tri Karya Jadi sendiri beralamat di Jalan KH. Hasyim Mino, Dusun Kramat, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Perusahaan ini dikenal sebagai pionir dalam bidang kultur jaringan, yang memastikan ketersediaan bibit tanaman tetap terjaga dan berkualitas.
.jpeg)
Dalam sesi kunjung lapang, Bapak Nasir mengidentifikasi beberapa hal yang dapat ditingkatkan oleh KWT Srikandi, antara lain:
- Tanaman cabai mengalami kekurangan nutrisi.
- Perlu penambahan larutan AB Mix secara kocor.
- Penyemprotan KNO₃ (Kalium Nitrat) sebanyak 1 sendok makan per 5 liter air.
- Penataan tanaman sudah baik, namun lahan kosong bekas tanaman kangkung sebaiknya segera diolah setelah panen dan dibiarkan selama satu minggu sebelum ditanami kembali.
“Kontrol lingkungan pasca-aklimatisasi memang menjadi tantangan tersendiri. Kelembaban udara, tanah, dan suhu sangat memengaruhi keberhasilan perawatan tanaman,” ujar Nasir.

Prestasi Bapak Abdul Nasir dalam dunia kultur jaringan bukan hal baru. Pada tahun 2019, beliau meraih juara utama dalam Lomba Inovasi Daerah Kategori Agribisnis yang diselenggarakan oleh Pemkab Probolinggo. Inovasinya berupa perbanyakan bibit kentang melalui tunas, bukan umbi, telah membuka peluang besar dalam efisiensi produksi bibit.
“Dari satu umbi sehat, bisa dihasilkan delapan tunas dalam lima belas hari. Bahkan sepuluh umbi sehat bisa menjadi seribu tunas. Ini sangat efektif dan bebas penyakit karena melalui proses kultur jaringan,” jelasnya.
Bu Sri Mei, Ketua KWT Srikandi, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan ilmu yang dibagikan oleh Bapak Nasir. “Kami berharap beliau bisa berkunjung kembali dengan waktu yang lebih lama, agar kami bisa belajar langsung dan praktik bersama di kebun,” ungkapnya.
Kehadiran Bapak Nasir menjadi bukti nyata sinergi antara pelaku agribisnis dan kelompok tani lokal dalam membangun pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Jurnalis : oman/MP