Mengaji Tak Mengenal Usia: Kolaborasi PKK, Majelis Taklim, dan Mahasiswa KKN di Kebonsari Kulon
- Jul 28, 2025
- MasOman
- Seputar PKK, Seputar Keagamaan
Kelurahan Kebonsari Kulon,( 28 Juli 2025).Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, Musholla Al Fattah RW 17 Kelurahan Kebonsari Kulon menjadi saksi sebuah kegiatan yang menyentuh hati dan menginspirasi banyak pihak. Pokja 1 PKK Kelurahan Kebonsari Kulon bersama Majelis Taklim Rumah Al Qur’an dan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), menggelar kegiatan rutin “Mengaji Bersama” yang melibatkan ibu-ibu lansia pecinta Al-Qur’an.
.jpeg)
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan wujud nyata dari semangat lintas generasi dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ibu Rindayani, pengurus Pokja 1 PKK, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang telah berjalan secara konsisten. “Mengaji bersama ibu-ibu lansia selalu menjadi momen yang mengharukan. Walau mereka sudah lanjut usia, semangat mereka untuk belajar Al-Qur’an tak pernah surut,” ujarnya penuh haru.

Ustadzah Eka Putri Wulandari, Ketua Majelis Taklim Rumah Al Qur’an, menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang dalam menuntut ilmu agama. “Mengaji adalah kebutuhan ruhani. Para ibu lansia ini tidak melihat usia mereka sebagai batasan, melainkan melihat pahala dan kedekatan dengan Allah SWT sebagai tujuan utama,” tuturnya.


Kehadiran mahasiswa KKN UMM memberikan warna baru dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai sahabat belajar yang turut membangun suasana hangat dan penuh semangat. Salah satu mahasiswa, Rizky Maulana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, berbagi kesan:
“Saya sangat terinspirasi oleh semangat ibu-ibu lansia dalam mengaji. Mereka datang dengan wajah ceria dan hati yang tulus. Kegiatan ini membuat saya sadar bahwa pengabdian bukan hanya soal program kerja, tapi juga soal menyentuh hati dan belajar dari ketulusan masyarakat.”
Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diusung oleh Pokja 1 PKK, yaitu penguatan karakter keluarga, pengamalan nilai Pancasila, dan semangat gotong royong. Kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan mahasiswa menjadi bukti bahwa pendidikan spiritual dapat menjadi jembatan penghubung antar generasi.

Di akhir acara, seluruh peserta berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenangan penuh berkah. Momen ini bukan hanya dokumentasi, tetapi juga pengingat bahwa semangat belajar dan beribadah dapat tumbuh di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.
Kegiatan ini mengajarkan bahwa lansia bukanlah kelompok yang ditinggalkan, melainkan sumber hikmah dan keteladanan. Ketika mereka diberi ruang untuk belajar dan berbagi, maka masyarakat pun ikut tumbuh dalam nilai-nilai kebaikan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Probolinggo.( oman/MP )