Posyandu ILP Mulai Diterapkan: Dari Ibu Hamil hingga Lansia, Semua Terlayani di Wilayah Kelurahan Kebonsarikulon Kota Probolinggo
- Jul 05, 2025
- mas oman
- Seputar Pemerintahan, Seputar Kesehatan, Seputar Edukasi
Probolinggo,(5/07/2025) Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), sejumlah posyandu di Kelurahan Kebonsarikulon, Kota Probolinggo, telah memulai pelaksanaan program ini. Posyandu RW 12, RW 02 dan RW 03 sudah mulai menjalankan ILP sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer di tingkat masyarakat.

Namun demikian, khusus untuk Posyandu Lansia Sri Wedari di RW 02, kegiatan saat ini masih berjalan secara terpisah hingga akhir tahun 2025. Ke depan, posyandu ini direncanakan akan dilebur ke dalam sistem ILP agar seluruh rentang usia — mulai dari balita hingga lansia — mendapatkan pelayanan dalam satu kesatuan kegiatan terpadu. Hal ini akan menyatukan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih efisien dan menyeluruh di tingkat lokal.

Program ILP merupakan arahan strategis dari pemerintah pusat yang bertujuan memperluas dan menyatukan berbagai layanan kesehatan ke dalam satu sistem berbasis komunitas. Posyandu yang sebelumnya lebih fokus pada ibu hamil dan balita, kini diperluas mencakup pelayanan bagi seluruh kelompok usia — mulai dari bayi hingga lanjut usia — secara terpadu dan berkelanjutan.

Adapun kelompok usia peserta ILP di posyandu meliputi:
- Bayi & Balita (0–5 tahun): imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, dan edukasi gizi
- Anak & Remaja (6–18 tahun): skrining gizi, edukasi kesehatan dan mental
- Dewasa Produktif (19–59 tahun): deteksi dini penyakit tidak menular, gaya hidup sehat
- Ibu Hamil & Menyusui: pemeriksaan kehamilan, TTD, edukasi menyusui
- Lansia (60 tahun ke atas): pemeriksaan rutin dan pemantauan penyakit kronis

Lurah Kebonsarikulon, Ikromi Wida Utama, menyampaikan bahwa pelaksanaan ILP yang dimulai bulan Juli ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. "Kami mendukung penuh pelaksanaan program ILP ini sebagai bagian dari perwujudan pelayanan kesehatan yang merata dan terintegrasi," ujarnya.

Ketua RT 04 RW 03, Kusnadi, juga menanggapi positif dimulainya kegiatan ini. "Kegiatan ILP ini masih perdana dalam pelaksanaannya di lingkungan kami. Semoga bisa terus terlaksana ke depannya dan menjadi lebih baik," tuturnya penuh harap.

Antusiasme juga ditunjukkan warga, terutama kelompok lansia. Salah satunya, H. Madzhab Nawawi, memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa kesehatannya secara rutin. "Dengan rutin periksa, bisa tahu kondisi tubuh lebih cepat dan mencegah penyakit yang tidak kelihatan," katanya. Sementara itu, Bapak Budi, wakil dari Ketua Posyandu Sinuwun RW 12, menuturkan bahwa meski saat ini partisipasi masih terbatas, semangat warga cukup tinggi. "Kami optimis ke depan jumlah peserta akan terus bertambah seiring pemahaman masyarakat terhadap pentingnya ILP," ujarnya.
Berikut hasil wawancara dengan Bapak Budi Priyanto ( Wakil Posyandu Sinuwun RW 12 ) dan Ibu Ika ( Nakes PLM Kanigaran ) tentang pelaksaan kegiatan Posyandu ILP di wilayah RW 12.

Pelaksanaan kegiatan ILP ini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kanigaran, tetapi juga didampingi oleh kader PKK, kader Pustu, serta mahasiswa magang dari Universitas Jember (Unej). Kolaborasi lintas unsur ini memperkuat pelaksanaan kegiatan di lapangan dan memperluas jangkauan edukasi serta pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu kader Pustu, Ibu Susi, memiliki peran penting dalam mendokumentasikan hasil kegiatan. Ia bertugas merekap data peserta dan layanan yang diberikan menggunakan format ILP resmi. Selain itu, jika terdapat warga yang memerlukan rujukan lanjutan, Ibu Susi turut membantu proses pengantaran atau pendampingan ke Puskesmas Kanigaran, memastikan warga mendapatkan layanan lanjutan yang dibutuhkan.
Berikut hasil wawancara dengan Bapak Ikromi, Lurah Kebonsari Kulon terkait dengan pelaksanaan Posyandu ILP di wilayah Kelurahan Kebonsari Kulon :
Program ILP Posyandu ini menjadi bentuk nyata implementasi kebijakan nasional di tingkat kelurahan. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, ILP diharapkan mampu menjadi fondasi pelayanan kesehatan primer yang merata, berkesinambungan, dan menyentuh semua lapisan usia. ( oman/MP )