Solidaritas Tanpa Batas: Warga RW 17 Kebonsari Kulon Kota Probolinggo Galang Dana Rp 8,55 Juta untuk Korban Bencana Sumatra
- Dec 21, 2025
- MasOman
- Seputar Kegiatan Sosial
Kebonsari Kulon Kota Probolinggo ( 21/12/2025 ).Rasa kemanusiaan dan solidaritas yang mengakar kuat kembali menjadi penanda kehidupan bermasyarakat di Kota Probolinggo. Pada Minggu pagi, warga RW 17 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, menggelar aksi penggalangan dana secara door-to-door. Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Ketua RW 17, Lilik Sujarwo, bersama seluruh Ketua RT di wilayahnya, sebagai respons atas bencana hidrometeorologi parah di Sumatra.

Bencana banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor yang menerjang wilayah utara dan tengah Pulau Sumatra pada akhir November 2025 telah menimbulkan duka mendalam. Data mutakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 20 Desember 2025 mencatat korban meninggal dunia telah mencapai 1.090 jiwa, bertambah 19 orang dari hari sebelumnya. Wilayah terdampak terparah meliputi Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, serta kabupaten-kabupaten di Tapanuli.


Menyikapi kabar duka tersebut, Lilik Sujarwo ,selaku ketua RW 17 ,segera membentuk satuan relawan. “Kita tidak bisa hanya berpangku tangan. Jarak yang jauh bukan halangan untuk mengulurkan tangan,” ujarnya penuh keyakinan. Sebelum turun ke lapangan, seluruh relawan mengikuti briefing dan doa bersama pukul 06.00 WIB, mengawali kegiatan dengan niat tulus dan permohonan keselamatan.


Pasukan kemanusiaan ini merupakan perpaduan semangat dari berbagai elemen masyarakat. Tampak ibu-ibu kader Posyandu, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi, kader Gerakan Peduli Sampah Jitu (Gerpesh Jitu), serta para pemuda dari Posyandu Remaja Matahari. Mereka bersatu padu tanpa memandang latar belakang, dipimpin oleh Ibu Ning selaku koordinator lapangan.


Dengan membawa kotak donasi, para relawan membagi wilayah dan menyisir rumah-rumah warga RW 17 dari RT 01 hingga RT 06. Mereka berjalan kaki ke segala arah, menyampaikan maksud dan tujuan penggalangan dengan penuh keramahan. Sambutan warga pun luar biasa, mulai dari sumbangan uang tunai hingga doa-doa tulus yang disematkan untuk para korban.


Tidak berhenti di wilayahnya sendiri, langkah kepedulian ini justru melebar ke tetangga. Relawan dengan semangat yang sama juga memasuki wilayah RW 03, RW 04, dan bahkan Kelurahan Kebonsari Wetan. “Ini bukti nyata bahwa rasa kemanusiaan itu tak mengenal batas administrasi. Yang kita lihat adalah saudara yang perlu pertolongan,” ucap salah seorang relawan.

Aksi yang berlangsung selama empat jam ini diakhiri tepat pukul 10.15 WIB. Seluruh relawan berkumpul kembali untuk menghitung sumbangan yang terkumpul. Satu per satu lembaran uang dihitung dengan hati-hati, dan hasilnya sungguh mengharukan: Rp 8.550.000 (delapan juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) berhasil dikumpulkan dari seluruh aksi pagi itu.

Ibu Ning, selaku koordinator lapangan, menyampaikan terima kasih yang mendalam. “Atas nama panitia dan korban yang kita bantu, saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua kader, para donatur, dan warga yang telah berpartisipasi. Semoga amal baik ini diterima dan menjadi penolong di sana.”

Dana yang terkumpul akan segera ditransfer ke rekening resmi penyaluran bantuan yang ditujukan untuk korban bencana di Sumatra. Langkah cepat ini diambil agar bantuan dapat segera sampai dan meringankan penderitaan para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Berikut pernyataan terimakasih dari Ibu Ning, selaku koordinator lapangan, tentang kegiatan penggalangan dana untuk musibah Sumatera :
Aksi konkret warga RW 17 Kebonsari Kulon ini merupakan cahaya terang di tengah musibah. Mereka membuktikan bahwa dari sudut kota kecil di Jawa Timur, gelombang empati dan gotong royong dapat mengalir kuat, menyentuh saudara-saudara di seberang pulau, menguatkan bahwa Indonesia sesungguhnya adalah satu keluarga besar yang tidak akan pernah meninggalkan anggotanya yang sedang terluka.
Aksi ini juga menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Warga RW 17 Kebonsari Kulon telah menunjukkan bahwa solidaritas bisa diwujudkan melalui langkah sederhana, namun berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak komunitas lain yang tergerak untuk melakukan hal serupa. Kepedulian bersama menjadi kunci dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di seluruh penjuru negeri.
Jurnalis : oman/MP