Sosialisasi Perda Ekonomi Kreatif: Isah Junaidah Dorong Masyarakat Naik Level Bersama Kota Probolinggo

  • Sep 20, 2025
  • MasOman
  • Seputar Pemerintahan

Kebonsari Kulon Kota Probolinggo, (20/09/2025). Sebanyak 25 warga Kelurahan Kebonsari Kulon menghadiri kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Kegiatan ini diprakarsai langsung oleh Isah Junaidah, S.E., selaku Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, dan berlangsung hangat di kediaman beliau di Jalan Priksan Gg Zebra, Kebonsari Kulon, mulai pukul 15.30 WIB hingga 16.35 WIB.

 

Dalam pemaparannya, Isah Junaidah menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap ruang lingkup, hak, kewajiban, serta bentuk dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. “Perda ini bukan sekadar regulasi, tapi peluang besar bagi masyarakat untuk naik level. Kota Probolinggo sedang bersolek, dan kita semua diajak berperan aktif,” ujar beliau.

 

Sosialisasi ini bertujuan untuk:

  • Memberikan pemahaman kepada pelaku ekonomi kreatif, masyarakat, dan pemangku kepentingan
  • Menjelaskan tujuan, ruang lingkup, hak, kewajiban, serta bentuk dukungan pemerintah
  • Mendorong pengembangan potensi lokal berbasis ide, inovasi, dan talenta generasi muda

Berikut wawancara bersama Ibu Isa Junaidah terkait dengan sosialisasi Perda No 1 Tahun 2025 :

 

Pemerintah melihat potensi besar dalam ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan daerah. Namun, tantangan seperti kurangnya pemetaan masalah dan pengembangan potensi masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk:

  • Mengenali potensi ekonomi kreatif berbasis teknologi dan inovasi
  • Menemukan solusi atas hambatan yang dihadapi
  • Mengakses ruang kegiatan, pelatihan, dan keusahawanan yang disediakan oleh pemerintah

​​​​​​​ 

Warga yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap sosialisasi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar informasi mengenai kebijakan daerah dapat tersampaikan secara utuh dan aplikatif. “Kami ingin tahu bagaimana bisa ikut berkontribusi, bukan hanya jadi penonton,” ungkap salah satu peserta. ( oman/MP )