Sosialisasi Perda LKK: DPRD Dorong Penguatan Peran Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan

  • Sep 15, 2025
  • MasOman
  • Seputar Pemerintahan

Kanigaran, Kota Probolinggo, (15/09/2025).Pemerintah Kota Probolinggo melalui Komisi I DPRD menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) di Pendopo Kecamatan Kanigaran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan kelurahan melalui wadah LKK yang telah diatur secara resmi dalam Perda Kota Probolinggo.

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Isah Junaidah, S.E. selaku Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo dan Supriyanto sebagai anggota Komisi I, keduanya merupakan anggota DPRD periode 2025–2030 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Keduanya memaparkan secara langsung materi sosialisasi terkait struktur, fungsi, dan mekanisme kerja LKK sebagai mitra strategis pemerintah kelurahan.

 

Peserta sosialisasi terdiri dari unsur LKK yang berasal dari enam kelurahan di wilayah Kecamatan Kanigaran, yaitu Kanigaran, Kebonsari Kulon, Kebonsari Wetan, Sukoharjo, Curahgrinting, dan Tisnonegaran, serta beberapa staf Kecamatan Kanigaran. Bertindak sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Bapak Suharyono, S.Sos., M.A.P., Sekretaris Kecamatan Kanigaran, yang turut mendampingi jalannya diskusi dan tanya jawab.

 

Salah satu isu yang mencuat dalam sesi diskusi adalah pertanyaan dari Fery,Ketua Karang Taruna Kelurahan Curahgrinting terkait Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk Karang Taruna. Ia menyampaikan bahwa meskipun Karang Taruna dituntut aktif mendukung program pemerintah, belum ada dukungan honor bulanan seperti yang diterima oleh Ketua RT, RW, Posyandu, dan PKK.

 

Menanggapi hal tersebut, Isah Junaidah, S.E. menjelaskan bahwa pembahasan mengenai BOP untuk Karang Taruna dan LKK lainnya telah masuk dalam agenda Badan Anggaran (Banggar) DPRD. “Insya Allah tahun 2026 akan terealisasi, sehingga keberadaan Karang Taruna bisa lebih maksimal dalam berperan serta membangun Kota Probolinggo,” ujarnya.

Supriyanto menambahkan bahwa Karang Taruna diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan positif di masyarakat, mendukung wajah Kota Probolinggo yang semakin bersolek dan berdaya saing. “Peran Karang Taruna sangat penting dalam membangun citra kota melalui kegiatan yang kreatif dan produktif,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi dimulai pukul 09.14 WIB dan ditutup pukul 10.12 WIB. Meski dirasa kurang maksimal karena keterbatasan waktu, para narasumber membuka ruang komunikasi lanjutan melalui WhatsApp bagi peserta yang ingin menyampaikan pertanyaan atau masukan lebih lanjut.

Sosialisasi ini juga berlangsung bersamaan dengan kegiatan takziah atas wafatnya mantan Wali Kota Probolinggo, H.M. Buchori, yang menjabat pada periode 2004–2014. Almarhum wafat di usia 71 tahun pada hari yang sama, Senin, 15 September 2025, sehingga suasana kegiatan turut diwarnai dengan rasa duka dan penghormatan.

Sebagai penutup, seluruh peserta dan narasumber melakukan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat peran LKK dalam pembangunan Kota Probolinggo yang inklusif dan partisipatif. ( oman/MP )