Kunjungan Belajar KWT Srikandi ke CV. Tri Karya Jadi: Teknologi Modern di Tangan Petani Perempuan
- Jul 02, 2025
- mas oman
- Seputar Lingkungan, Seputar Edukasi, Seputar Pertanian
Probolinggo, (2 Juli 2025 ) Di sebuah pagi yang hangat di Paiton, Kabupaten Probolinggo, deretan perempuan tangguh dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi tampak bersiap dengan senyum semangat. Tujuan mereka bukan sekadar kunjungan biasa—hari itu, mereka akan menyelami dunia mikro kultur jaringan tanaman di CV. Tri Karya Jadi, pusat pelatihan agrikultur modern. Kegiatan tersebut dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengetahuan teknologi pertanian modern, Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi

Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur CV. Tri Karya Jadi, Bapak Abdul Nasir. Ia memaparkan bagaimana teknik kultur jaringan dapat merevolusi cara bertani: mulai dari pengambilan eksplan melalui serbuk sari, daun muda, hingga teknik steril yang krusial untuk keberhasilan perbanyakan tanaman. Materi ini membuka cakrawala baru bagi peserta, yang sebagian besar sebelumnya hanya akrab dengan budidaya konvensional.




Tak berhenti di teori, para peserta pun diajak ke laboratorium. Di sana, di bawah bimbingan teknisi muda, Yudi dan Arbi, mereka mencoba sendiri membuat media kultur steril, memindahkan eksplan, dan melihat bagaimana tanaman dirakit dari sel kecil menjadi bibit siap tanam.



Saat siang menjelang, rombongan diajak ke greenhouse untuk menyaksikan hasil nyatanya: tanaman cabai raksasa menjulang setinggi tiga meter dan deretan bunga eksotis dari teknik kultur jaringan.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta—sebuah pengakuan simbolis atas semangat belajar yang tinggi. Tak hanya itu, dilakukan pula penandatanganan MoU antara KWT Srikandi dan CV. Tri Karya Jadi, disaksikan langsung oleh Ibu Amilia Juniarti, S.P. dari Dinas Pertanian Kota Probolinggo dan Saudara Abdurokhman dari KWT. Ini menandai lahirnya kolaborasi berkelanjutan demi kemandirian pertanian lokal.


Bagi Ibu Sri Maryuni, wakil dari KWT Srikandi, pengalaman ini lebih dari sekadar belajar. “Kami pulang membawa ilmu dan harapan. Bahwa petani perempuan pun bisa menguasai teknologi,” ujarnya penuh keyakinan. Sebuah pesan bahwa di balik setiap benih, selalu ada potensi besar bila diberi pengetahuan dan kesempatan. Sementara itu, Amilia Juniarti, S.P selaku kordiantor penyuluh pertanian menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas kelompok tani Wanita.Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian KWT dalam penyediaan bibit sayuran secara berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
Berikut penyampaian dari Amilia Juniarti, S.P selaku kordiantor penyuluh pertanian terhadap kegiatan kunjungan Belajar KWT Srikandi ke CV. Tri Karya Jadi :
Sementara itu, Bapak Sofyan Widodo, Penyuluh Pertanian Kota Probolinggo, menambahkan, "Kegiatan ini sangat positif dan menjadi bukti bahwa teknologi pertanian dapat dijangkau oleh masyarakat, khususnya kelompok tani wanita. Kami harap program ini terus berkembang."
Berikut video pernyataan dari Bapak Abdul Nasir selaku Direktur CV. Tri Karya Jadi :
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah, diskusi reflektif, dan foto bersama, menandai sinergi antara dunia pelatihan dan komunitas tani lokal menuju pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.
Berikut video ucapan terimakasih dari Ibu Sri Mei hariyati di kegiatan kunjugan belajar kultur Jaringan :
Reporter : Oman/MP