Kunjungan Ibu dr. Eva, ke Posyandu Bougenvile : Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu harus mulai dijalankan

  • May 06, 2025
  • MasOman
  • Seputar PKK, Seputar Pemerintahan, Seputar Kesehatan, Seputar Edukasi, Seputar Posyandu

Probolinggo,( 06/05/2025 ) – Posyandu Bougenvile Kelurahan Kebonsari Kulon mendapat kunjungan istimewa dari Ketua Pembina Posyandu Kota Probolinggo, Ibu dr. Hj. Evariani Aminuddin, M.Kes. Dalam kunjungan tersebut, beliau berbagi wawasan tentang pentingnya buku catatan pemeriksaan ibu dan anak sebagai dokumen utama yang harus selalu dibawa dalam setiap kegiatan posyandu.

"Setiap pemeriksaan harus tercatat dengan baik. Misalnya, mengapa kita mengukur tinggi dan berat badan ibu hamil? Karena itu menjadi indikator kesehatan janin. Jika ada masalah, seperti berat badan tidak naik sesuai standar, kita bisa segera melakukan intervensi," jelasnya.

Menurut Ibu Evariani, dalam buku tersebut terdapat berbagai poin penting yang harus diketahui oleh kader posyandu. Salah satunya adalah pentingnya pengukuran tinggi dan berat badan ibu hamil. Data ini berperan besar dalam memantau tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungan, sehingga kader posyandu dapat lebih memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan ibu dan bayi.

Selain itu, beliau juga memperkenalkan konsep Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer), sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di posyandu. Posyandu ILP mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan dasar dan edukasi bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia, sehingga tidak lagi terbatas pada balita dan ibu hamil seperti posyandu konvensional.

 

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini, Ibu Evariani juga menjelaskan tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, yang mencakup enam bidang utama: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman dan Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas). Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar bidang untuk memastikan pelayanan posyandu yang optimal.

"Kader Posyandu tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi dengan berbagai pihak, seperti puskesmas, kelurahan, dan masyarakat, agar pelayanan Posyandu semakin optimal," tegasnya.

 

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan Posyandu Bougenvile Kelurahan Kebonsari Kulon dapat beradaptasi dengan inovasi terbaru dalam bidang posyandu dan terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Kader posyandu didorong untuk terus belajar dan mengembangkan program yang lebih baik demi kesehatan dan kesejahteraan bersama serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kelurahan Kebonsari Kulon.

Menyikapi masukan dan arahan dari Ibu dr. Hj. Evariani Aminuddin, M.Kes selaku Ketua Pembina Posyandu Kota Probolinggo, Ibu Jita Olisa sebagai Ketua Pembina Posyandu Kelurahan Kebonsari Kulon menyatakan komitmen kuatnya untuk memperhatikan setiap masukan guna kemajuan Posyandu Bougenville dan posyandu lainnya di wilayahnya.

"Kami sangat menghargai masukan dari Ibu Eva. Salah satu poin krusial adalah perlunya penambahan kader agar pelayanan Posyandu, khususnya di Bougenville, bisa lebih optimal sesuai standar," ujar Ibu Jita Olisa.

Untuk memenuhi SPM, Ibu Jita menyatakan akan segera melakukan rekrutmen kader baru dari kalangan masyarakat yang peduli terhadap kesehatan. Selain itu, pelatihan intensif akan diberikan agar kader memahami tugasnya, mulai dari pencatatan kesehatan ibu dan anak, pemantauan gizi, hingga edukasi kesehatan untuk semua usia dalam program Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer).

"Kami akan menggandeng Puskesmas, PKK, dan karang taruna untuk mencari kader-kader baru yang berdedikasi. Pelatihan rutin juga akan kami adakan agar kemampuan mereka terus terasah," jelasnya.

Ibu Jita juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan kelurahan, puskesmas, dan organisasi masyarakat, untuk mendukung peningkatan kualitas Posyandu."SPM tidak bisa dicapai sendirian. Kami butuh dukungan semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan hingga tokoh masyarakat, agar Posyandu benar-benar menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar," tegasnya.

Ibu Jita mengajak warga Kebonsari Kulon untuk berpartisipasi aktif, baik sebagai kader maupun dengan memanfaatkan layanan Posyandu secara maksimal."Mari bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan. Posyandu kuat berawal dari masyarakat yang peduli," tutupnya.

Dengan komitmen ini, diharapkan Posyandu Bougenville dan seluruh posyandu di Kebonsari Kulon semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik sesuai standar nasional.( oman/MP)