PAUD Darussalam Probolinggo Belajar Kelola Sampah di Basecamp Gerpesh Jitu, Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
- Feb 06, 2026
- MasOman
- Seputar Lingkungan, Seputar Event
Kebonsari Kulon Kota Probolinggo,( 5/02/2026). Suasana ceria dan penuh antusias mewarnai basecamp Gerakan Peduli Sampah Harian (Gerpesh) Jitu di RW 17, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo, pagi itu. Sebanyak 47 peserta didik PAUD Darussalam Kota Probolinggo tiba dengan menaiki kereta mini odong-odong, didampingi kepala sekolah, para guru, serta paguyuban orang tua. Tampak hadir juga dari Kader PKK Pokja 1, 2 dan 4 Kelurahan Kebonsari Kulon serta Staf Kelurahan Kebonsari Kulon. Kunjungan dalam rangka outing class ini bertujuan memperkuat pemahaman anak-anak pada tema "Memilah Sampah" melalui pengalaman langsung di lapangan.


Rombongan disambut hangat oleh Ketua Gerpesh Jitu, Ibu Anggrianingsih, yang akrab disapa Bunda Ning. Kegiatan pun dibuka dengan senam pagi ceria yang diikuti seluruh anak, guru, dan ibu-ibu hebat penggerak Gerpesh Jitu, mencairkan suasana dan menyemangati pagi.



Usai pemanasan, acara inti pun dimulai. Bunda Ning dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan memperkenalkan apa itu sampah dan bagaimana pengelolaannya yang tepat. Dengan semangat, ia menyampaikan pesan penting bahwa sampah yang dikelola dengan baik bukanlah limbah, melainkan **sumber daya baru** yang bermanfaat bagi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

“Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat didaur ulang, dijadikan kompos, mengurangi pencemaran, serta membuka peluang usaha,” ujar Bunda Ning di hadapan anak-anak yang menyimak dengan tekun.

Ia memaparkan lima fungsi utama pengelolaan sampah yang baik: (1) Menjaga kebersihan dan kesehatan, (2) Mengurangi dampak lingkungan dan kerusakan ekosistem, (3) Mendukung ekonomi sirkular dengan menciptakan produk baru, (4) Menghemat sumber daya alam, serta (5) Menciptakan lapangan kerja melalui bank sampah dan industri daur ulang.


Pemaparan dilanjutkan dengan pengenalan jenis-jenis sampah, yaitu **sampah organik** (sisa makhluk hidup, mudah terurai, bisa dijadikan kompos), **sampah anorganik** (plastik, kaca, logam, kertas; bisa didaur ulang), dan **sampah B3/Bahan Berbahaya dan Beracun** (baterai, obat kadaluarsa; harus dikelola khusus). Anak-anak kemudian diajak secara interaktif untuk mempraktikkan langsung cara memilah sampah ke dalam kategori yang benar.

Agar semakin menarik, diselingi sesi tanya jawab berhadiah. Setiap pertanyaan yang berhasil dijawab oleh anak-anak dibalas dengan hadiah kue atau makanan ringan, menambah semangat dan keceriaan mereka.

Kepala PAUD Darussalam, Diastuti Vidia Pancawati atau Bunda Dias, mengungkapkan rasa terharu dan kesan mendalam atas sambutan yang diberikan oleh Gerpesh Jitu. “Kegiatan ini sangat berkesan dan luar biasa bermanfaat bagi anak-anak. Mereka belajar langsung dari ahlinya tentang bagaimana memilah dan mengelola sampah dengan benar. Ini adalah pendidikan karakter cinta lingkungan yang sangat konkret,” tuturnya.

Di akhir kunjungan, Bunda Ning menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PAUD Darussalam. “Terima kasih atas kehadiran dan semangat belajar adik-adik PAUD Darussalam. Semoga ilmu yang didapat hari ini menjadi bekal berharga untuk menjadi penerus bangsa yang peduli lingkungan dan aktif mencegah kerusakan ekosistem,” harapnya.
Kegiatan outing class ini tidak hanya meninggalkan kesan menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan dan tanggung jawab sejak usia dini. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan komunitas peduli lingkungan seperti ini diharapkan dapat menciptakan generasi masa depan yang lebih sadar akan kelestarian bumi.
Jurnalis : oman/MP