Pelatihan Dasar Olahan Makanan dan Minuman untuk Penyandang Disabilitas di Kebonsari Kulon: "Kreatif di Dapur, Mandiri Hidup"

  • May 15, 2025
  • MasOman
  • Seputar PKK, Seputar Pemerintahan, Seputar Kegiatan Sosial, Seputar Event , Seputar Edukasi

Kota Probolinggo – Kelompok Masyarakat (Pokmas) Rengganis menggelar pelatihan dasar olahan makanan dan minuman bagi penyandang disabilitas warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kamis (15/5/2025). Kegiatan yang mengusung tema **"Kreatif di Dapur, Mandiri Hidup"** ini bertujuan memberdayakan penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi.  Kegiatan dilangsungkan di Ombass Kafe & Resto. Jl. Dr. Mohammad Saleh No. 14 Kota Probolinggo.

Hadir dalam acara tersebut Ketua TP-PKK Kota Probolinggo sekaligus Bunda Inklusif, **Ibu Hj. Evariani Aminuddin, M.Kes**, Anggota DPRD Komisi III **Bapak Nunung M. Toha**, Camat Kanigaran **Bapak Noor Aly**, Lurah Kebonsari Kulon **Bapak Ikromi Wida Utama**, Ketua TP-PKK Kelurahan Kebonsari Kulon **Ibu Jita Olisa**, serta perwakilan dari **3 Pilar, LPM, KIM, dan PKK Kelurahan Kebonsari Kulon**.  

 

 

Semangat Inklusivitas untuk Kemandirian Ekonomi  
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu **Indonesia Raya**, dilanjutkan laporan pertanggungjawaban oleh **Ibu Ida Hayati**, Ketua Pokmas Rengganis. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini menggunakan dana kelurahan yang bersifat inklusif untuk mendorong kesetaraan penyandang disabilitas.  

 

**Ibu Hj. Evariani Aminuddin, M.Kes**, dalam sambutannya menekankan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi **garda depan pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo**. *"Dengan keterbatasan, bukan berarti hidup harus terbatas. Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam ekonomi dan kehidupan,"* tegasnya.  

Untuk mencairkan suasana dan membangkitkan semangat peserta, Ibu Hj. Evariani Aminuddin, M.Kes mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu motivasi "Pasti Bisa" karya Citra Scholastika (2013). Dengan lirik yang menginspirasi, lagu ini menjadi penyemangat bagi para penyandang disabilitas bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan"Kita semua pasti bisa, asalkan punya kemauan dan tekad yang kuat!" seru Ibu Eva, disambut tepuk tangan meriah dari peserta. Momen ini semakin memperkuat pesan bahwa setiap orang berhak maju dan mandiri, terlepas dari kondisi fisiknya.

 

Untuk memotivasi peserta, beliau memperlihatkan **video inspirasi** tentang keluarga disabilitas dari Bali yang sukses berbisnis makanan ringan dan souvenir. *"Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk meraih kesuksesan,"* ujarnya.  

 

Dukungan Pemangku Kebijakan untuk Pemasaran Produk
**Bapak Nunung M. Toha**, Anggota DPRD Komisi III, mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan bahwa penyandang disabilitas harus diperlakukan setara. *"Tantangan terbesar setelah pelatihan adalah pemasaran. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk membeli produk mereka saat ada pertemuan resmi,"* paparnya.  

 

Praktik Langsung: Brownies dan Puding Labu Kuning
Peserta diajak **praktik langsung** membuat **kue brownies dan puding labu kuning** dipandu narasumber. **Ibu Eva** turun langsung mendampingi penyandang disabilitas selama proses pembuatan, memberikan arahan sekaligus motivasi.  

Disela sela praktek pembuatan kue ,Camat Kanigaran, Noor Aly, SH, MM, memberikan apresiasi tinggi kepada Pokmas Rengganis atas penyelenggaraan pelatihan olahan makanan dan minuman bagi penyandang disabilitas di Kelurahan Kebonsari Kulon. "Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan inklusivitas dan pemberdayaan ekonomi bagi teman-teman disabilitas," ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya pendampingan pascapelatihan, khususnya dalam hal pemasaran produk. "Kami mohon kepada seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk turut membantu memasarkan hasil karya mereka. Dengan begitu, perekonomian penyandang disabilitas dapat semakin terangkat dan mereka mampu mandiri secara finansial," tegasnya. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan usaha serta meningkatkan kesejahteraan para peserta pelatihan.

Di akhir acara, dilakukan **foto bersama** sebagai penutup. **Ibu Ida Hayati** menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, terutama **Ibu Eva dan Bapak Nunung**, serta berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan. *"Kami juga memberikan peralatan dapur agar peserta bisa mempraktikkan ilmu ini di rumah,"* tutupnya.  

 

 

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa **kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder** dapat menciptakan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.  ( oman/PB )