Reorganisasi Pengurus Warnai Pelaksanaan Perdana Posyandu Siklus Hidup ILP Eidel Weiss RW 04 Tahun 2026

  • Jan 17, 2026
  • MasOman
  • Seputar PKK, Seputar Kesehatan, Seputar Posyandu

Kebonsari Kulon Kota Probolinggo ( 17/01/2026 ). Posyandu Siklus Hidup/Integrasi Layanan Primer (ILP) Eidel Weiss RW 04 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, melaksanakan kegiatan posyandu perdana di awal tahun 2026 pada Sabtu , 17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum awal sekaligus tonggak penguatan layanan posyandu di tahun yang baru. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ibu Nanik, yang beralamat di Jalan KH Abdul Hamid RT 01 RW 04 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Selain pelayanan kesehatan rutin, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan reorganisasi kepengurusan Posyandu Eidel Weiss. Dalam kesempatan tersebut, Moufti Hamidi resmi diperkenalkan sebagai Ketua Posyandu Eidel Weiss RW 04 yang baru. Hamidi ditunjuk langsung oleh Lurah Kebonsari Kulon untuk menakhodai Posyandu Eidel Weiss, bersamaan dengan pembentukan kepengurusan posyandu baru secara serentak di RW-RW lain di wilayah Kelurahan Kebonsari Kulon.

Dalam sambutannya, Moufti Hamidi yang akrab disapa Hamidi menyampaikan harapannya agar Posyandu Eidel Weiss di awal tahun 2026 ini dapat berjalan lebih baik dan semakin aktif. Ia menekankan pentingnya partisipasi seluruh warga, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, dewasa produktif, hingga lansia untuk memanfaatkan layanan posyandu.

“Harapan kami, Posyandu Eidel Weiss ke depan bisa lebih optimal dan menjangkau seluruh siklus hidup masyarakat, bukan hanya balita, tetapi juga ibu hamil, orang dewasa, hingga lansia agar semuanya aktif datang ke posyandu,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Syarifah, Penyuluh Kesehatan Masyarakat dari Puskesmas Kanigaran, menyampaikan bahwa Posyandu Siklus Hidup/ILP sebenarnya telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, namun belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, di tahun 2026 ini diharapkan pelaksanaannya dapat lebih maksimal dan mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada masyarakat.

Ia juga menjelaskan tentang implementasi Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), yang merupakan pengembangan inovatif dari posyandu konvensional. Posyandu 6 SPM memperluas layanan tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang pelayanan dasar, yaitu:

  1. Kesehatan: pelayanan kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, serta penanganan stunting.
  2. Pendidikan: bantuan alat sekolah, perbaikan fasilitas pendidikan dasar, serta edukasi.
  3. Pekerjaan Umum: penyediaan air bersih dan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan.
  4. Perumahan Rakyat: bantuan perbaikan rumah layak huni.
  5. Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas): termasuk bantuan alat pemadam kebakaran dan perlindungan sosial.
  6. Sosial: bantuan bagi warga tidak mampu, penyandang disabilitas, lansia, dan anak terlantar.

 

Nur Syarifah menjelaskan bahwa mekanisme kerja Posyandu 6 SPM dimulai dari masyarakat yang datang ke posyandu untuk menyampaikan kebutuhan sesuai bidang SPM. Selanjutnya, kader posyandu melakukan pendataan dan verifikasi, kemudian melaporkannya kepada pemerintah kelurahan untuk ditindaklanjuti ke dinas atau OPD terkait. Dengan demikian, posyandu berperan sebagai pusat koordinasi dan pengaduan terpadu yang terintegrasi dengan PKK dan layanan primer lainnya (ILP).

Berikut hasil wawancara kami bersama Nur Syarifah .Penyuluh Kesehatan Masyarakat dari Puskesmas Kanigaran :

 

Kegiatan Posyandu ILP Eidel Weiss pada hari itu berjalan seperti biasa dengan alur pelayanan terintegrasi, meliputi pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pelaporan, pelayanan kesehatan seperti skrining penyakit tidak menular (hipertensi, gula darah), pemeriksaan gizi, hingga konseling dan penyuluhan kesehatan yang bersifat preventif dan promotif.

Yang menarik, posyandu kali ini menunjukkan perubahan signifikan. Jika sebelumnya sebagian warga hanya mendaftarkan anaknya, kini para orang tua juga ikut memanfaatkan layanan kesehatan. Seperti yang dialami Ibu Iin, yang biasanya hanya mendaftarkan anaknya, namun kali ini juga mengikuti skrining kesehatan dan pemeriksaan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Posyandu ILP kini semakin lengkap dan benar-benar melayani seluruh anggota keluarga.

Berikut wawancara kami ,KIM Mawar Putih bersama Moufti Hamidi selaku Ketua Posyandu Eidel Weiss RW 04 yang baru :

 

Kegiatan posyandu diakhiri dengan pembagian penambahan gizi bagi balita, ibu hamil, serta lansia yang hadir.

Dengan pelaksanaan Posyandu Siklus Hidup/ILP dan penguatan Posyandu 6 SPM, diharapkan Posyandu Eidel Weiss RW 04 mampu menjadi pusat layanan terpadu yang berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di tahun 2026.

 

Jurnalis : Oman/MP