Sosialisasi Penguatan Kampung Iklim Kelurahan Kebonsari Kulon menjadi kampung organik pertama di Kota Probolinggo

  • Nov 20, 2023
  • mas oman
  • Seputar Lingkungan

Kota Probolinggo, (Senin 20/11/2023) Bertempat di Mushola Al Ibrahim, yang beralamat kan di Jalan Priksan Gang Cendrawasih RW 17 Kelurahan Kebonsari Kulon dilaksanakan Sosialisasi Penguatan Kampung Iklim Kebonsari Kulon dengan mengambil tema mengurangi sampah organik rumah tangga dengan cara mengompos. Pelaksana kegiatan adalah Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo.

 
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas DLH, Ibu Retno Wandansari, S. Pt. MP. , Bapak Lurah Kebonsari Kulon, Bapak Ikromi Wida Utama S. STP. M. AP , Plt Kabid  P2 KLH, Ibu Aricandra Nurkholishari, ST , beserta staf DLH,Bapak Aries,Sekretaris Kecamatan Kanigaran juga para peserta sosialisasi yang terdiri kader PKK, Posyandu, KWT, Ketua LPM.Ketua KIM serta tokoh masyarakat wilayah Kelurahan Kebonsari Kulon. Dalam kegiatan sosialisasi pihak DLH menghadirkan 2 orang nara sumber yaitu Ibu Anggrianingsih dari Ketua Pegiat Lingkungan Kota Probolinggo dan Bapak Lukman sebagai Ketua Kader Peduli Lingkungan Bayuangga Kota Probolinggo. 

 


Kegiatan di awali dengan sambutan oleh Ibu Kadis DLH , " Kampung iklim harapan kami ada di RW 17 karena prestasi yang sudah diraih sangat mendukung sekali, dimana ibu ibu dan Bapak bapak nya kompak bisa mengelola sampah terbukti pernah menjuarai kampung iklim tingkat pratama juga gerakan peduli sampah yang pernah menjuarai lomba inovasi dari kelompok masyarakat juara 2 yang diadakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo ( ANVAPRO 2022)" harap ibu Retno. Secara simbolis Ibu Retno menyerahkan komposer kepada peserta sosialisasi dan selanjutnya akan diberikan 10 komposer kepada kelompok lainnya.


Nara sumber pertama yaitu ibu Anggrianingsih yang biasa di panggil dengan sebutan Bu Ning memaparkan tentang cara membuat Pupuk Organik Cair ( POC ) . 
Selanjutnya pada paparannya, Ibu Ning memberikan petunjuk / langkah-langkah untuk membuat pupuk organik cair, 

1. Persiapkan bahan-bahan yang diperlukan, antara lain:

- Bahan organik seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, daun kering, atau rumput yang sudah dipotong.

- Air bersih.

- Ember atau wadah besar untuk mencampur bahan.

2. Potong bahan organik menjadi potongan kecil agar lebih mudah terurai.

3. Masukkan potongan bahan organik ke dalam ember atau wadah besar.

4. Tambahkan air bersih ke dalam ember atau wadah hingga bahan organik terendam sepenuhnya. Perbandingan ideal antara bahan organik dan air adalah 1:3 atau 1:4.

5. Tutup ember atau wadah dengan kain atau anyaman bambu untuk mencegah serangga masuk.

6. Biarkan campuran bahan organik dan air tersebut fermentasi selama kurang lebih 2 minggu. Selama proses fermentasi, aduk campuran tersebut setiap hari untuk membantu proses penguraian.

7. Setelah 2 minggu, saring campuran tersebut menggunakan kain kasa atau saringan halus untuk memisahkan cairan dari sisa-sisa bahan organik yang belum terurai.

8. Cairan yang sudah disaring inilah yang menjadi pupuk organik cair yang siap digunakan. Anda bisa menyimpannya dalam botol atau wadah kedap udara.

Pupuk organik cair ini bisa digunakan untuk menyiram tanaman di kebun atau pot, dengan cara dicampur dengan air dalam perbandingan tertentu. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang sesuai dengan jenis tanaman yang ingin Anda pupuk. 

Kegiatan di lanjutkan oleh narasumber ke 2 yaitu Bapak Lukman. Dalam paparan beliau ( Lukman) menambahkan apa yang sudah disampaikan oleh Bu Ning tentang POC, selanjutnya Bapak Lukman menyampaikan cara membuat lubang biopori fungsi ganda. 
Untuk membuat lubang biopori fungsi ganda, langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pilih lokasi yang tepat untuk membuat lubang biopori. Pilih area yang tidak terlalu dekat dengan bangunan atau saluran air, dan hindari area yang tergenang air.

2. Tentukan ukuran dan kedalaman lubang biopori yang akan Anda buat. Lubang biopori umumnya memiliki diameter sekitar 10-15 cm dan kedalaman sekitar 100 cm.

3. Siapkan peralatan yang diperlukan, antara lain:

- Alat penggali seperti sekop atau linggis.

- Ember atau wadah untuk menampung tanah yang digali.

- Bahan organik seperti daun kering atau rumput untuk dimasukkan ke dalam lubang biopori.

4. Mulailah dengan menggali lubang biopori dengan diameter yang telah ditentukan. Pastikan lubang tersebut cukup dalam sesuai dengan kedalaman yang diinginkan.

5. Setelah lubang terbentuk, ambil tanah yang digali dan letakkan di dalam ember atau wadah.

6. Tambahkan bahan organik seperti daun kering atau rumput ke dalam lubang biopori. Bahan organik ini akan berfungsi sebagai bahan pengisi dan mempercepat proses penguraian.

7. Tutup lubang biopori dengan tanah yang telah digali tadi. Pastikan tanah terkompresi dengan baik agar tidak ada ruang udara yang tersisa di dalam lubang.

8. Setelah lubang biopori selesai, Anda dapat menggunakan lubang tersebut untuk dua fungsi sekaligus. Fungsi pertama adalah sebagai tempat pembuangan air limbah, seperti air cucian piring atau air mandi. Fungsi kedua adalah sebagai tempat penyerapan air hujan yang akan meresap ke dalam tanah dan mengisi sumber air tanah.

Lubang biopori fungsi ganda ini memiliki manfaat dalam mengurangi genangan air, mengurangi risiko banjir, meningkatkan kualitas air tanah, dan mengurangi polusi air. Selain itu, lubang biopori juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanah. ( oman )

Berikut hasil wawancara kami bersama Bapak Lukman Selaku Ketua Kader Peduli Lingkungan Bayuangga

Selanjutnya tanggapan dari Ibu Aricandra selaku Plt.Kabid P2KLH