Wali Kota Probolinggo ,dr. H. Aminuddin Sp.OG.,(K)., M.Kes Hadiri Tasyakuran Peringatan Hardiknas 2025 di SMPN 9 Kota Probolinggo
- May 02, 2025
- MasOman
- Seputar Pemerintahan, Seputar Event , Seputar Edukasi
Probolinggo( 02/05/2025) – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kota Probolinggo Tahun 2025 , Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin Sp.OG.,(K)., M.Kes., menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Probolinggo di SMP Negeri 9 Kota Probolinggo . Turut hadir dalam kegiatan, Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M. selaku wakil walikota Probolinggo,Ketua TP PKK Kota Probolinggo adalah dr. Evariani Aminuddin .M.Kes dan Hj. Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, S.E. selaku Ketua DPRD Kota Probolinggo serta Bapak Dr. Thesar Yudi Prasetya, S.H., M.H. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo sekaligus juga hadir ibu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo, drg. Ninik Ira Wibawati. Kehadirannya disambut hangat oleh para siswa, guru, serta berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam dunia pendidikan.


Acara dimulai dengan penyambutan Tarian Garuda serta penyematan bunga, yang dibawakan oleh siswi SMPN 9 sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan. Setelah itu, Wali Kota melakukan pemotongan nasi kuning (tumpeng) sebagai simbol peringatan Hardiknas, dengan potongan nasi diberikan kepada Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo .


Dalam agenda berikutnya, Wali Kota mengunjungi kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi siswa, yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kanigaran . Program ini merupakan salah satu unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk siswa, guna mendeteksi masalah kesehatan sejak dini dan mencegah penyakit.

Selain itu, Wali Kota turut mengunjungi event "Kejaksaan Masuk Sekolah" , yang bertujuan memberikan edukasi hukum bagi siswa mengenai peraturan dan undang-undang terkait kenakalan remaja yang berpotensi menjadi pidana. Kesadaran hukum di usia sekolah diharapkan mampu mencegah berbagai tindakan negatif yang dapat merugikan masa depan anak-anak.

Momentum penting lainnya adalah penandatanganan inovasi pendidikan yang berasal dari seluruh sekolah tingkat SMP di Kota Probolinggo, sebagai komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Bapak Qamaruddin, S.Pd.I., M.Pd.I , selaku Kepala SMP Negeri 9 Kota Probolinggo memperkenalkan 8 inovasi pendidikan yang sudah didaftarkan dan sudah mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar ide dan gagasan inovatif tidak diklaim atau digunakan tanpa izin oleh pihak lain. Inovasi inovasi tersebut di buat dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan lingkungan sekolah. Salah satu Inovasinya adalah SONASATU – Sistem Online Layanan Sekolah Terpadu , Sistem Online Layanan Sekolah Terpadu adalah sebuah platform digital yang dirancang untuk mengelola berbagai aspek administratif dan akademik di sekolah secara terintegrasi dan efisien. Sistem ini memungkinkan siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah untuk mengakses layanan pendidikan secara lebih mudah melalui internet.Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sekolah, mempercepat proses administrasi, serta mendukung pembelajaran yang lebih modern dan berbasis teknologi.
.jpeg)
Dalam sambutannya, dr. Aminuddin mengapresiasi berbagai inovasi yang diperkenalkan oleh SMPN 9 dan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Probolinggo. Beliau juga menekankan bahwa para guru harus memiliki kompetensi tinggi untuk mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045 , sekaligus menyoroti kompleksitas permasalahan pendidikan yang harus segera diurai agar menjadi lebih baik ke depannya.
Dengan hadirnya berbagai inovasi ini, SMP Negeri 9 Kota Probolinggo semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh siswa
Wali Kota juga mengikuti Dialog Terpadu Mengatasi Masalah Pendidikan , berdiskusi dengan para tamu undangan mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam dunia pendidikan.
Dalam diskusi tersebut, Prolink News mengangkat isu krusial mengenai regulasi dan perlindungan profesi guru, sebuah topik yang menjadi perhatian khusus di kalangan pendidik. Pertanyaan terkait kebijakan perlindungan guru ini langsung disampaikan kepada Wali Kota Probolinggo, dengan harapan adanya regulasi yang lebih jelas serta peningkatan jaminan terhadap hak-hak para pendidik di Kota Probolinggo.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wali Kota dr. Amin menegaskan komitmennya untuk segera merancang kebijakan yang bertujuan melindungi hak-hak dan kesejahteraan guru di Kota Probolinggo. Beliau menyampaikan bahwa peran guru dalam mencerdaskan bangsa harus mendapat perlindungan yang lebih baik.
"Kami memahami betapa pentingnya profesi guru dalam membangun masa depan generasi penerus. Oleh karena itu, kami akan segera merumuskan kebijakan yang dapat memberikan perlindungan lebih bagi para pendidik," ujar dr. Aminuddin dalam dialog tersebut.
Namun, menurut Wali Kota, salah satu faktor kunci dalam memperjuangkan hak-hak guru adalah solidaritas di dalam organisasi PGRI. Ia menekankan bahwa dengan kekompakan dan kesatuan dalam PGRI, perjuangan untuk meningkatkan perlindungan profesi guru dapat lebih efektif dan mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah.
Dengan adanya pernyataan ini, diharapkan langkah-langkah konkret segera diambil untuk memberikan jaminan hukum dan perlindungan bagi guru, sehingga mereka dapat menjalankan tugas tanpa kekhawatiran akan tantangan yang menghambat profesionalisme mereka.
Selain itu, dialog juga menyentuh pentingnya pembentukan Rumah Restorative Justice (Rumah RJ) di sekolah, sebagai langkah alternatif dalam menangani kasus tawuran antar pelajar. Konsep ini diajukan kepada pihak Kejaksaan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Rumah RJ diharapkan dapat menjadi tempat bagi siswa yang terlibat konflik untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan edukatif, tanpa harus melalui jalur hukum yang lebih keras.
Menanggapi pertanyaan tersebut, perwakilan dari Kejaksaan Kota Probolinggo Bapak Dr. Thesar Yudi Prasetya, S.H., M.H. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo,menyatakan bahwa mereka akan segera berkoordinasi dengan atasan terkait usulan ini. Pihak kejaksaan juga mengakui bahwa konsep Rumah RJ telah berhasil diterapkan di 29 kelurahan di Kota Probolinggo, dan melihat potensi besar untuk memperluas program tersebut ke lingkungan sekolah.
"Kami akan segera melakukan koordinasi lebih lanjut agar konsep Rumah Restorative Justice juga dapat diterapkan di sekolah, sehingga siswa yang terlibat dalam konflik memiliki jalur penyelesaian yang lebih bersifat edukatif," ujar perwakilan Kejaksaan Kota Probolinggo dalam sesi dialog.
Dengan adanya Rumah RJ di sekolah, diharapkan penyelesaian masalah tawuran tidak hanya bersifat hukuman, tetapi lebih mengarah pada pemulihan, pembinaan, dan rekonsiliasi. Siswa yang terlibat konflik akan diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui pendekatan yang lebih bijaksana dan humanis.
Gagasan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak yang hadir dalam diskusi, termasuk tenaga pendidik dan pemerhati pendidikan. Jika berhasil diterapkan, langkah ini dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi permasalahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah.
berikut video penyampaian dari Media ProlinkNews selengkapnya :
Tak ketinggalan, beliau mengunjungi pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) , yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka . Dalam kesempatan ini, Wali Kota mencoba praktek batik cap , salah satu contoh penerapan pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan karakter dan keterampilan siswa.

Dalam sesi wawancara dengan media, dr. Aminuddin menegaskan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi guru sangatlah penting untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.Tak Lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh insan pendidik yang sudah berjerih payah untuk memajukan dunia pendidikan . Beliau mengibaratkan permasalahan guru seperti benang kusut , yang harus segera diurai agar pendidikan dapat berjalan lebih lancar dan tanpa hambatan. Tak hanya itu, Wali Kota juga mendorong para siswa agar menjadi pelaku, bukan sekadar penonton , dalam menghadapi tantangan masa depan yang belum dapat diprediksi.
Berikut video lengkap saat bapak Walikota diwawancarai oleh tim media :
Dengan berbagai agenda yang dilakukan, peringatan Hardiknas 2025 di SMPN 9 Kota Probolinggo menjadi ajang refleksi dan inovasi untuk membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas. ( oman/MP)